Virus Mers
Mers-CoV merupakan anggota keluarga coronavirus yang sama dengan SARS
coronavirus, tapi lebih mematikan. SARS-CoV menyebabkan rata-rata
kematian 10%, sedangkan rata-rata MERS-CoV mencapai 50%.
Virus Corona MERS (Middle East respiratory
syndrome coronavirus),
yang lebih disingkat dengan nama Virus Mers. Virus ini merupakan anggota
keluarga coronavirus yang sama dengan SARS coronavirus, tapi virus ini lebih
mematikan. Menyebabkan rata-rata kematian lebih tinggi yaitu 50% .
Jenis penyakit ini tergolong baru, oleh itu
para medis belum bisa menentukan vaksin khusus yang dapat mencegah terjadinya
serangan dari penyakit ini.
Asal-usul virus ini belum jelas, tapi para peniliti menduga, virus ini disebabkan oleh kelelawar dan unta. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada pasien dewasa pria yang memiliki gejala menyerupai SARS.
Asal-usul virus ini belum jelas, tapi para peniliti menduga, virus ini disebabkan oleh kelelawar dan unta. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada pasien dewasa pria yang memiliki gejala menyerupai SARS.
Berbagai usaha penyegahan dapat dilakukan.
Dengan cara sebagai berikut:
1.
Menjaga
kebugaran tubuh dengan asupan nutrisi dan makanan yang sehat
2.
Istirahat
yang cukup sebelum berpergian jauh (khususnya menunaikan Umrah)
3.
Jika
menunaikan Umrah sebaiknya menggunakan masker dan sering cuci tangan
4.
Dan
budayakan hidup bersih
Gejela virus ini:
1.
Demam
2.
Sakit dada
3.
Napas
pendek
4.
Lemah
5.
Batuk dan
bersin
6.
Diare
7.
Gagal
ginjal
8.
Pneumonia
Virus ini menyerang melalui
udara, dan tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Biasa yang terserang
anak-anak, lansia, orang yang sakit,orang yang kelelahan, dan orang yang daya
tahan tubuhnya berkurang. Terjadi di Negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Tunisia, Jordan, Inggris, Jerman,
Perancis, dan Italia.
Obat yang harus disediakan di Rumah Sakit, sebagai berikut:
1)
Plasma
konvalesens
2)
Interferon
3)
Protease
inhibitor
4)
Immunoglobulin
intravena
5)
Nitazoxanide
6)
Cyclosporin
A
7)
Ribavirin
8)
Kortikosteroid
9)
Interferon
plus Ribavirin
10)
Dipeptidyl
Peptidase 4 (DPP4, atau dikenal dengan CD 26)







0 komentar:
Posting Komentar